rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites
Showing posts with label corat coret. Show all posts
Showing posts with label corat coret. Show all posts

Thursday, August 25, 2011

bukan pembenaran

tiba-tiba teringat seorang teman yang hamil disini...kebetulan suaminya pun tinggal disini juga...pas cek ke dokter,mungkin karena usia dia yang masih muda dia dtanya,``kehamilannya mau diterusin atau ngga``....kagetlah dia dengan pertanyaan itu....tapi tulisan kali ini bukan mau ngulas tentang aborsi yang dilegalkan,dengan usia tertentu,tapi aborsi yg marak...

bukan mau membenarkan seks bebas,cuma mengulas ketika hal tersebut sudah terjadi dan membuahkan hasil,alias hamil...

Di Jepang,menurut beberapa teman,mungkin di beberapa negara juga sama...ketika putri mereka mengaku hamil di luar nikah,orang tua mereka tidak memarahinya habis2an...malah dirangkul dan dikasih perlindungan...

coba bandingkan dengan negara kita,begitu ketauan anaknya hamil di luar nikah,pasti dimarahin habis2an,dibilang telah mencoreng nama keluarga dan segala rupa cemoohan lainnya...orang tua marah adalah hal yang wajar,tapi alangkah lebih bijak bisa memilih kata2 untuk lebih bisa menguatkan sang calon ibu...
beberapa orang mungkin lebih memilih buat aborsi karena takut ngehadapi keluarga,atau mungkin juga takut dengan masa depan mereka sendiri...

Dengan hamil mengetahui dirinya hamil di luar nikah,bukan kah itu sudah jadi beban moral buat mereka,tanpa harus ditambahi lagi dengan cercaan dan cemoohan orang sekitar,apalagi keluarga inti...alangkah lebih bijak kalo mendukung dan berusaha menguatkan hati mereka buat meneruskan kehamilannya...mungkin kalo semua orang berpikir sama,angka aborsi di negara kita bisa berkurang...tak ada lagi mayat bayi yang ditemukan di sungai atau bahkan pembuangan sampah..

sekali lagi,tulisan ini bukan membenarkan tindakan seks bebas

Sunday, September 19, 2010

tangis itu

susah sekali mengurai tangis yang telah menguap diantara awan..yang tertinggal hanya perih terbalut luka yang tak terobati..kesendirian ini menjelma menjadi suatu yang lumrah...ya,aku menikmati kesendirian ini...

Wednesday, June 23, 2010

Salutku

Salutku buat teman2 yang menyegerakan pernikahannya..
Aku masih stuck dengan segala ketakutanku akan sebuah pernikahan.
Ketika pacaran "I'll do everything for you",apakah ketika menikah masih tetap seperti itu? Ketika pacaran berjanji sehidup-semati,susah-senang bakalan tetap setia,apakah ketika menikah rasa itu tetap Ada?apakah aku sanggup memegang omongan dan janji setia itu,apakah pasanganku Akan memperlakukan aku sama seperti pacaran dulu?
Dan segala ketakutan g jelas lainnya...

Ketika aku menjadi Ibu bagi anak2ku,
sanggupkah aku menjadi contoh yang baik,
sanggupkah aku menjaga Dan membesarkan mereka hingga mereka berhasil,
sanggupkah aku menjadi akar yang kokoh buat membesarkan mereka,
Dan segala kekhawatiran lainnya yang sama sekali tak beralasan

itulah aku dengan segala ketakutanku akan pernikahan

atau mungkin itu hanya kamuflase dari alasan sebenarnya...
Aku yang masih egois untuk berbagi dan melayani pasanganku
aku yang masih egois dan merasa masih bisa hidup sendiri
atau aku yang terlalu takut dengan sebuah ikatan pernikahan

pernikahan itu ladang Amal,tapi bisa menjadi sebaliknya

*pernikahan itu layaknya membeli barang,bila beruntung Akan awetlah barang itu...


*semoga aku segera terlepas dari segala ketakutan itu,dan siap menghadapi pernikahan dengan segala resikonya. Menjadi Ibu yang baik dan sabar buat anak2ku kelak

selamat menempuh hidup baru buat teman2 yang segera menikah,semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah..doakan aku supaya segera menyusul kalian

Thursday, May 27, 2010

Kufurkah aku akan nikmatmu...

Subuh ini sebuah tulisan yang aku baca menggugah hati,semoga seterusnya aku ingat...

Dear Alloh Tuhanku....
Seringkali keluhan demi keluhan aku lontarkan
selalu ada ketidak puasan atas nikmatMu
bukan aku bermaksud kufur atas nikmatMU
tapi selalu saja keluhan itu terlontarkan


Dear Alloh Tuhanku.....
Seharusnya tak ada lagi yang layak aku protes atas hidupku
betapa beruntungnya aku dbandingkan orang lain
betapa mendekati sempurnanya hidupku ini
betapa aku selalu melihat ke atas,tanpa sedikitpun melirik ke bawah


Dear Alloh Tuhanku
terima kasih untuk keluarga yang lengkap
meski jauh,mereka selalu ada untukku
terima kasih untuk kesempatan sekolah di Jepang
meski harus tertatih2 menafkahi diri sendiri dan membagi waktu antara belajar dan kerja
terima kasih untuk rizki nya
meski tak banyak,tp juga tak sedikit sehingga aku bisa hidup cukup
terima kasih untuk nikmatMU yang tak bisa dijabarkan satu persatu
juga terima kasih atas nikmat Islam Mu


Semoga tak ada lagi keluhan yang terlontarkan

Thursday, April 22, 2010

sejuta cerita

ada banyak cerita yg ingin dituangkan
tapi semua menguap dalam kantuk

hmmmmmmm
ingin tidur...
tp ingin ada kamu mmelukku..
aitai yo Bebe-chan

Wednesday, April 21, 2010

Tak mudah

Bercerita dengan seorang Ibu muda dengan 3 orang anak.beliau di Jepang ikut suami yang kerja di negeri matahari terbit ini. Awalnya tak kutemukan hal yang istimewa dari beliau kecuali seorang ibu rumah tangga yang membuka toko makanan halal. Tapi ketika kemarin beliau bercerita bahwa beliau tengah mengambil kuliah S3,rada kaget.bukan masalah gelar pendidikan Beliau yang membuat aku kagum,tapi cara beliau memanage semuanya.kuliah,anak yg masih kecil,suami jg usaha jualan Beliau. Ada terbesit rasa malu. Diriku mengurus diri sendiri aja berantakan, semuanya g termanage dengan baik. Klo kuliah ma baito lancar, rumah ma warung terbengkalai. Dan Begitupun sebaliknya. Harus lebih semangat nih. Masa kalah ma ibu2. Heuheu.... Meraih kesuksesan itu ga mudah, butuh proses...

Sunday, April 18, 2010

cinta itu.....

cinta tak sekedar peluk dan cium..
cinta tak sekedar nafsu yang selalu diumbar..
cinta adalah dimana aku merasa nyaman
selalu mencari sosok itu disaat gundah..

dan dmanakah cinta itu gerangan

Wednesday, April 14, 2010

anarkis

lihat berita
"Koja bergejolak"
miris,
sedih,
takut,

seperti itukah cermin bangsaku?

aparat yang sewenang-wenang,
rakyat dengan teori demokrasi yang kebablasan

tidak bisakah dalam satu meja,
sambil minum teh atau kopi
duduk bersama mencari jalan keluar

bukan dengan parang,
bukan dengan otot
tapi dengan hati dan otak jernih

akan dibawa kemanakah negeri kita ini..
Indonesia..